recent posts

Ini Wajah Gres Masjid Baiturrahman Aceh Yang Seakan-Akan Nabawi

Penempakan depan Masjid Raya Baiturrahman (Agus Setyadi/detikTravel)

Banda Aceh - Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh bersolek. Tampilannya mirip Masjid Nabawi di Madinah, pekarangan sekarang diganti marmer dan ditambah 12 payung raksasa.

Meski belum sepenuhnya siap, kehadiran payung elektrik ini menjadi daya tarik bagi wisatawan. Foto selfie di bawahnya dengan latar belakang masjid mulai ramai bertebaran di media sosial. Warga sekitar Banda Aceh menimbulkan lokasi ini sebagai objek wisata baru.

Menjelang sore atau siang hari, beberapa payung dibiarkan mengembang. Jamaah salat fardhu biasanya menyempatkan diri untuk melihat-lihat secara bersahabat keberadaan payung. Meski demikian, beberapa petugas keamaan masjid berjaga-jaga.

Pengerjaan pembangunan landscape dan infratruktur ketika ini sudah mencapai 90 persen. 12 unit payung dan lantai marmer sudah dipasang. Sebuah kolam dibangun di halaman depan untuk memperindah masjid kebanggan masyarakat Tanah Rencong.

Pemandangan payung yang dibuka ketika malam (Agus Setyadi/detikTravel)Pemandangan payung yang dibuka ketika malam (Agus Setyadi/detikTravel)
Gubernur Aceh Zaini Abdullah sudah melaksanakan peluncuran awal (soft launching). Ia menekan tombol secara simbolis sehingga payung mengembang secara perlahan. Butuh waktu beberapa menit sehingga payung terbuka lebar.

"Jika pengembangan tahap pertama ini simpulan seluruhnya, maka masjid ini tidak hanya berfungsi sebagai rumah ibadah bagi kaum muslimin, tapi juga menjadi pusat pengembangan peradaban Islam terbesar di Asia Tenggara," kata Zaini dalam sambutannya ketika soft launching di halaman masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Selasa (14/2/2017).

Pembangunan tahap pertama ini sasarannya ialah melebarkan halaman dan memasang 12 unit payung elektrik. Enam payung dipasang disebelah selatan dan sisanya di utara masjid. Selain itu, proyek senilai Rp 458 miliar ini juga meliputi pembangunan basement sebagai lokasi parkir kendaraan beroda empat dan sepeda motor. Dalam perencanaannya, areal parkir bawah tanah ini sanggup menampung 254 unit kendaraan beroda empat dan 343 sepeda motor.

Di basement itu juga dilengkapi tempat wudhu, serta toilet laki-laki dan wanita. Semua bahannya terbuat dari kerikil marmer Italia atau Spanyol. Pemerintah Aceh memang mempermak landscape ini sehingga mirip dengan Masjid Nabawi.

Sementara untuk bab atas, pada pinggiran halaman akan ditanam 33 pohon kurma dan satu pohon geulumpang. Sedangkan di tengah halaman, dibangun daerah hijau dengan cara menanam rumput hijau dan banyak sekali jenis bunga warna warni.

Pembangunan infratruktur ini juga ramah disabilitas. Dari basement menuju plaza atau pekarangan, terdapat beberapa lift. Wisatawan yang berkunjung ke sana, sanggup menikmati keindahan Masjid Baiturrahman dari banyak sekali sudut.

"Apa yang kita saksikan ketika ini telah berdiri 12 unit payung yang
menyerupai payung di Masjid Nabawi, dimaksudkan tidak saja untuk menambah keindahan masjid, namun juga sebagai sarana untuk kenyamanan beribadah para jamaah," terperinci Zaini.

Berhiaskan lampu-lampu dari dalam masjid, payung jadi tampak berkilau (Agus Setyadi/detikTravel)Berhiaskan lampu-lampu dari dalam masjid, payung jadi tampak berkilau (Agus Setyadi/detikTravel)
Pemerintah Aceh nantinya akan menimbulkan daerah kompleks Masjid Raya Baiturrahman sebagai pusat bermacam-macam acara yang mendukung fungsi masjid sebagai sentral kegiatan umat Islam di Aceh.

Saat ground breaking pada 2015 silam, Zaini mengungkapkan pembangunan Masjid Raya dilakukan dalam dua tahap, ialah jangka pendek dan jangkap panjang. Untuk jangka pendek, akan dilakukan pemasangan 12 Unit payung elektrik di pelataran masjid. Selain itu, juga akan dibangun banyak sekali sarana lain, mirip taman, rumah genset, pusat pengolahan air, drinking water system dan perbaikan beberapa interior bangunan.

Sedangkan sasaran jangka panjang, terperinci Gubernur, akan dilakukan ekspansi daerah masjid. Rinciannya, untuk daerah barat akan dijadikan sebagai pusat pendidikan. Di lokasi tersebut akan dibangun TPA dan sekolah yang fokus pada pendidikan agama Islam.

"Bagi belum dewasa kami yang ingin berguru wacana Alqur'an atau ingin menjadi hafiz, nantinya sanggup berguru di pusat pendidikan itu. Guru-guru agama niscaya kita pilih yang terbaik untuk menjadi guru di TPA dan sekolah itu," terang Zaini Abdullah.

Gubernur yang kerap disapa Abu Doto ini menambahkan, untuk daerah selatan nantinya akan jadikan sebagai pusat banyak sekali acara Islam. Di lokasi itu akan dibangun guest house dan covention center.

"Bagi wisatawan yang ingin berguru wacana Islam atau ingin menikmati keindahan masjid dan Kota Banda Aceh, sanggup menginap di guest house itu dan semua unit itu dikelola dengan system administrasi islam," ungkap Zaini ketika itu.

Selanjutnya, untuk daerah timur akan dijadikan sebagai media center. Di areal itu akan dibangun banyak sekali sarana penyiaran isu islami dan penyebarluasan informasi soal agama Islam. Sebuah Departemen Store, terperinci Gubernur, juga akan dibangun di daerah timur.

Pemandangan bagus dari bawah payung (Agus Setyadi/detikTravel)Pemandangan bagus dari bawah payung (Agus Setyadi/detikTravel)
Bangunan tersebut nantinya akan difungsikan sebagai central bisnis yang akan dikelola oleh pengurus Masjid Raya Baiturrahman. Sedangkan zona utama akan dibangun pusat percetakan dan Galeri serta banyak sekali sarana untuk pameran.

Sementara daerah utara nantinya akan terhubung dengan Krueng Aceh sehingga menambah keindahan dan keunikan masjid. Saat soft launching semalam, proses pembangunannya gres hampir simpulan tahap awal.

"Masjid Raya Baiturrahman tempat kita berada ketika ini, diawal berdirinya menjadi simbol peradaban islam dan pusat usaha rakyat Aceh mempertahankan kesultanan Aceh Darussalam," ungkap Zaini tadi malam.

Masjid Baiturrahman yang dibangun Sultan Iskandar Muda Mahkota Alam pada tahun 1022 H/1612 M ini menjadi saksi bisu perang, tsunami, dan hening Aceh. Pada masa penjajahan Belanda, masjid tersebut sempat dibakar pada 10 April 1873. Berselang beberapa tahun kemudian, serdadu penjajah membangun kembali masjid pada tahun 1877 untuk menarik perhatian serta meredam kemarahan masyarakat Tanah Rencong.

Akhir 2016 lalu, Masjid Baiturrahman meraih predikat sebagai World's Best Halal Cultural Destination, pada ajang World Halal Tourism Award (WHAT) yang digelar di Abu Dhabi. Predikat itu menciptakan Pemerintah Aceh semakin meningkatkan sarana dan prasarana masjid.

"Prestasi ini tentu menuntut kita untuk bekerja lebih keras lagi, meningkatkan kualitas sarana dan prasarana dilingkungan Masjid Raya Baiturrahman," terperinci Zaini.

"Kepada para pihak yang terlibat dalam proyek Pengembangan Landscape dan Insfrastruktur Masjid Raya Baiturrahman ini, biar sanggup lebih memacu kinerjanya, sehingga seluruh proyek ini sanggup simpulan sempurna waktu sesuai dengan impian kita bersama," kata gubernur.

Walau sudah dilakukan peluncuran, namun pagar yang menutup proyek pembangunan belum sepenuhnya dibuka. Meski demikian, pengunjung masih sanggup menikmati keindahan masjid dengan masuk lewat masuk sebelah utara dan selatan masjid.

Penasaran dengan nuansa gres yang mirip Masjid Nabawi? Yuk kunjungi Masjid Raya Baiturrahman!
Ini Wajah Gres Masjid Baiturrahman Aceh Yang Seakan-Akan Nabawi Ini Wajah Gres Masjid Baiturrahman Aceh Yang Seakan-Akan Nabawi Reviewed by agus on 6:06 AM Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.