recent posts

Cirebon Ingin Jadi Mini Bali

Foto: (dok Tri Ispranoto)

Cirebon - Pemkot Cirebon sekarang mulai menggarap pengembangan pariwisata. Bahkan, pemerintah berharap kelak Kota Cirebon dapat menjadi mini Pulau Bali di Jawa Barat.

Staf Ahli Wali Kota Cirebon Bidang Pembangunan, Wahyo mengatakan, untuk mewujudkan itu pemerintah memerlukan adanya kolaborasi yang baik mulai dari masyarakat sampai akademisi. Pasalnya ia menyadari betul kalau Kota Cirebon mempunyai potensi yang luar biasa.

Saat ini, kata Wahyo, pemerintah secara sedikit demi sedikit terus melaksanakan pembenahan pada sektor pariwisata mulai dari yang bebasis alam, budaya, buatan, sampai kuliner. Sehingga nantinya ke depan pariwisata dapat mengangkat kesejahteraan masyarakat.

"Sekarang lihat Bali mereka dapat hidup dari pariwisata. Dan Kota Cirebon akan menjadi salah satu destinasi unggulan. Cirebon jadi mininya Bali," ucapnya usai menghadiri Seminar Nasional Pengembangan Pariwisata Cirebon Berkelanjutan Berbasis Heritage di Universitas 17 Agustus 1945 Kota Cirebon, Rabu (22/2/2017).

Soal kendala pariwisata, Wahyo mengakui memang ada beberapa terutama dari sisi infrastruktur, angkutan, fasilitas, dan faktor teknis lain. "Di kita itu wisatanya kurang ngangenin tidak menyerupai kota lain. Tapi mudah-mudahan ke depan geliat patiwisata dapat meningkat," tuturnya.

Di tempat yang sama Kabid Pariwisata Disporaparbud Kota Cirebon, Edi Tohidi menjelaskan, salah satu hal yang menghambat ialah minimnya anggaran yang telah disahkan. Sehingga anggaran tersebut tidak mencukupi terutama untuk menciptakan kemudahan atau destinasi tambahan.

"Dari tahun ke tahun yang disetujui hanya Rp 500 juta. Itu minim sekali dibanding dengan kawasan lain. Kita selalu mengajukan lebih tapi selalu dipangkas, saya tidak tahu kenapa. Kaprikornus anggaran itu hanya dapat mencangkup promosi dan monitoring. Dan saya rasa tidak efektif," beber Edi.

Hasil Penelitian Keraton Kacirebonan

Pada program seminar tersebut dibeberkan empat poin kesimpulan hasil dari penelitian bersama antara Universitas 17 Agustus 1945 (Untag Cirebon), Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti (Jakarta), dan Keraton Kacirebonan yang dilakukan oleh Arief Faizal Rachman, SST. Par., MT (Ketua-Dosen Trisakti), Riyanto Wibowo, SST., M.Si (Anggota-Dosen Untag), dan Ratna Puspita Dewi, SIP., M.MPar (Anggota-Dosen Untag) dengan objek Keraton Kacirebonan.

Kesimpulan pertama ialah masyarakat setempat berpartisipasi dalam informasi terhadap wisata heritage Keraton Kacirebonan melalui verbal dan kekeluargaan. Lembaga atau kelompok masyarakat pelopor pariwisata di Keraton Kacirebonan sudah ada namun belum bersinergi sehingga dampaknya kurang informasi dan kepedulian masyarakat terhadap wisata heritage Keraton Kacirebonan.

Kedua, dari segi atraksi wisata Keraton Kacirebonan dinilai cukup memenuhi unsur mulai dari nilai pendidikan terhadap generasi muda, pembangunan huruf generasi muda, mempunyai nilai kebudayaan yang cukup kuat, dan menjadi pujian masyarakat Cirebon.

Poin selanjutnya dinilai dari fenomena wisata kuliner, Cirebon mempunyai daya pikat tersendiri. Bahkan wisatawan yang berkunjung akan menyempatkan diri untuk merasakan aneka macam masakan khas. Namun dari hasil penelitian empal gentong menjadi buruan utama wisatawan.

Terakhir, terkait nasi bogana sebagai warisan budaya Keraton Kacirebonan sudah mulai dikenal oleh masyarakat luas. Panganan yang tidak jauh berbeda dengan nasi tumpeng itu dulunya hanya disuguhkan pada raja, namun sekarang setiap tamu tiba dapat mencicipinya dan menjadi daya tarik tersendiri.
Cirebon Ingin Jadi Mini Bali Cirebon Ingin Jadi Mini Bali Reviewed by agus on 8:48 AM Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.