
Banda Aceh - Objek wisata Taman Sari di depan Balai Kota Banda Aceh mulai 'bersolek'. Dulu ini kawasan bersantai keluarga Sultan Aceh, sekarang jadi lokasi piknik favorit warga.
Satu unit gedung gres berjulukan 'Bustanussalatin" tengah dibangun di Taman Sari. Kehadiran bangunan ini menarik perhatian masyarakat. Meski pembangunannya belum rampung, tapi mulai ramai dikunjungi warga pada sore hari. Mereka berswafoto ria dengan latar belakang gedung atau berdiri di tangga tengah berjumlah sekitar 39 anak tangga.
Kiri kanan tangga ditanam rumput hijau. Untuk naik ke atas gedung, ada beberapa alternatif tangga. Pengunjung sanggup melewati tangga tengah atau pun tangga di sebelah kiri atau kanan gedung.
Di atas gedung, dibentuk lapang sehingga sanggup dipakai untuk bersantai atau pameran. Berada di sana, pengunjung sanggup melihat suasana masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh dari jauh. Tiang warna-warni bekas Hotel Aceh yang terletak tak jauh dari Bustanussalatin juga menjadi pemandangan indah.
(Agus/detikTravel) |
Saat detikTravel berkunjung ke sana pada Jumat (27/1/2017), suasana di sekitar gedung sangat sepi. Hanya beberapa pekerja terlihat mondar-mandir. Mereka menyelesaikan pembangunan dibagian dalam gedung. Cat putih dan arsitektur gedung ini terlihat mencolok di tengah-tengah taman.
Rencananya, sehabis final pembangunanya nanti, gedung ini akan dipakai sebagai museum yang memamerkan foto dan informasi sejarah Aceh dan pembangunan ibukota Tanah Rencong dari masa ke masa. pemkot Banda Aceh menargetkan gedung yang dibangun semenjak 2016 kemudian sanggup dipakai tahun ini.
Jika ditengok dari sejarahnya, Taman Sari dulu merupakan kawasan bercengkerama keluarga sultan Aceh. Letaknya satu kompleks dengan istana Darud Dunia, kawasan sultan Aceh memimpin rakyatnya. Di Taman Sari sendiri tidak ada bangunan apa pun, hanya kebun dengan bermacam tumbuhan di dalamnya.
"Tanaman-tanaman yang ditanam di sana yang indah-indah, makanya kemudian dinamakan Taman Sari. Sejarah soal Taman Sari ini termaktub dalam Manuskrip Aceh Bustan Al Salatin pecahan II pasal 13," kata Kolektor Manuskrip Aceh, Tarmizi A Hamid kepada detikTravel.
(Agus/detikTravel) |
Taman Sari (dulunya berjulukan Taman Ghairah) dibangun oleh Sultan Iskandar Muda dengan maksud mengakibatkan Bandar Aceh Darussalam sebagai Taman Firdaus. Di taman tersebut dibina bermacam-macam sarana hiburan para sultan yang sampai sekarang masih sanggup dilihat. Di antaranya Krueng Darol Iski atau Krueng Daroy yang membelah taman, Gunongan, Kandang Sultan Alauddin Mughayatsyah Iskandar Tani, Patarana Sangga dan Pinto Khop yang merupakan pintu masuk ke Taman Ghairah.
Selain itu, sultan Iskandar Muda juga membangun Gegunongan Menara Permata (Gunongan) untuk istrinya yang dari Pahang atau lebih dikenal Putro Phang. Lokasi taman raja-raja ini dulunya luas mencapai 1/3 Kota Banda Aceh.
"Taman Sari dulu tidak ada bangunan sedangkan Gunongan dibentuk kawasan bermain dengan bangunan ibarat gua dalama tanah dan bangunan-bangunan kecil sebagai replika perang-perangan," terperinci laki-laki yang bersahabat disapa Cek Midi ini.
Setelah berabad-abad berlalu, Taman Sari sekarang dijadikan salah satu objek wisata yang ada di Banda Aceh. Letaknya yang tak jauh dari Masjid Raya ini ramai dikunjungi warga pada sore hari atau pada hari-hari libur. Berbagai macam program bertaraf lokal sampai nasional pernah diadakan di sana.
Wisatawan yang berkunjung ke Taman Sari sanggup menghabiskan waktu untuk bersantai atau menikmati akomodasi internet gratis. Untuk anak kecil, juga tersedia aneka mainan ibarat mobil-mobil dan lainnya.
Di sana, sebelumnya sudah dibangun satu unit gedung serbaguna dan dingklik di taman untuk pengunjung. Pengunjung paling ramai biasa terlihat pada Sabtu malam.
Untuk gedung gres yang masih dalam tahap pembangunan, pemkot Banda Aceh menamainya dengan "Bustanussalatin". Tulisan plang nama "Bustanussaltin Kota Banda Aceh" sekarang sudah dipasang di atas gedung bercat putih tersebut.
(Agus/detikTravel) |
Menurut Cek Midi, nama Bustanussalatin berasal dari bahasa Melayu. Dalam bahasa Arab disebut Bustan Al Salatin yang berarti "Taman Raja-raja".
"Bustan Al Salatin, nama naskah kuno karya Syeikh Nurdin Ar-Raniry yang artinya Taman Raja-raja. Kalau Taman Sari dulu namanya juga Taman Sari bukan Busnatussalatin," ungkap Cek Midi.
Walikota Banda Aceh Illiza Saaduddin Djamal pernah beberapa kali mempromosikan kehadiran Taman Bustanussalatin dikala ada acara-acara penting. Catatan detikcom, dikala peringatan tsunami dua tahun lalu, Illiza membocorkan pembangunan gedung ini pada Walikota Bandung Ridwan Kamil.
"Kami tahun depan akan melaksanakan sejumlah pembangunan di antaranya taman Bustanus Salatin dan media center," kata Illiza dalam seminar nasional bertema "Pembangunan Berkelanjutan dalam Rangka Peringatan Tsunami", Sabtu (26/12/2015).
Penasaran dengan Gedung Bustanussalatin? Yuk, kunjungi Taman Sari Banda Aceh!
Metamorfosis Taman Sari Banda Aceh, Dulu Taman Raja Sekarang Milik Warga
Reviewed by agus
on
8:58 AM
Rating:
(Agus/detikTravel)
(Agus/detikTravel)
(Agus/detikTravel)
No comments: